
Lahir di Pemenang, Lombok Utara 12 April 1978. Menyelesaikan studi di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram. Selain menulis puisi dan naskah drama juga aktif sebagai aktor, sutradara dan pendiri Teater NoL ( North Of Lombok ), juga gemar menyanyi, membuat film dan dikenal luas sebagai pakar bonsai. Karyanya termaktub dalam antologi Panggung Zaman ( Taman Budaya NTB, 2008 ) dan Simpang Lima ( 2009). Sehari-hari bekerja sebagai pengajar.
Kumbang Tak Bersayap
Kau
Tebarkan potongan bunga mawar
Pada kumbang tak bersayap
Ketika embun meniti rumputan
Kau berdiri
bagai matahari
Entahlah
Embun tak kuat mendekap
Mataram, 12 April 2005
Cinta Kilatan Neraka
Terkulai aku
di antara kelangkanganmu
Mengayuh limbah keringat
menjadi madu rindu
dan aku terkekang .
Ku cium aroma tubuhmu
Bersama merebut surga
Di ujung kilatan neraka
Di tubuhku
kau ingin berdayung
Samudra kita gelombang magma
Yang meletup tiap jengkalnya
Karna cinta dan nafsu
Membatu dan
Di ujung kilatan kita bercinta
Tanjung, 12 Mei 2005
Rindu Bayang
Apakah salah jika ku rindukan bayang
mengumpulkan tetes-tetes embun
menjadi seteguk minuman
Sudah ku baca esokku
akan lelah mencumbu
Ku coba bentangkan tangan
pada bukit yang tinggi
terlena oleh angin
O,
Merayap gemetarku
Dituding cakrawala.
Rabu,11 Mei 2005
Dari Film Titanic
Ros menangis
melepas tangan Jack
malam itu.
Dengan wajah es
Jack meminjam mulut laut :
Aku tidak sendiri
kapal Titanic bersamaku
berikut nahkoda dan sebagian besar penumpangnya ,
jangan khawatir
aku sudah membawa lukisan
dan hatimu untuk ku ajak bicara.
Kota-kota menjadi hitam putih,
kadang hilang kadang muncul ,
tak mampu mengikuti matahari
yang terlalu tergesa-gesa,
dengan meminjam mulut laut Jack bicara:
aku akan kembali
menjadi sesuatu yang berarti
membuatmu lupa dan terlena
tapi disitu aku ada.
dilari matahari
di sebuah restoran sea food
Ros yang berkalungkan mutiara
bercengkrama bersama Jack
tesenyum dan tertawa
dengan meminjam mulut kerang dan ikan Jack bicara:
ini bentuk cinta ku yang abadi.
Tanjung,11 Desember 2005.