
Lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Alumni Jurusan Ilmu Administrasi Universitas Muhammadiyah, Mataram. Menulis puisi, cerpen dan resensi di sejumlah media cetak lokal, juga dalam antologi komunal seperti Tonggak ( Taman Budaya NTB, 2005 ) dan Simpang Lima ( 2009 ). Bersama seorang teman menulis kumpulan cerpen Ajarkan aku mencintai dengan tangan ( Lontar Kata, 2001 ). Sehari-hari bekerja sebagai perajin tata letak dan anggota dewan redaksi jurnal Replika. Hingga kini, betah menetap di Mataram, NTB.
Sejarah Rindu dan Api
sebab ada malam
bintangbintang ditaburkan
dan kunangkunang dihidupkan
sebab ada dingin
tungkutungku dinyalakan
dan api memberkati cahaya
sebab ada rindu
maka bintangbintang
dan kunangkunang
menetaskan roman dalam buku
sebab yang gelap rindu api
yang terang rindu remang
yang rindu ingin bertemu
maka api segera membakar tubuhmu
Mataram, 2009
Ia, yang kukira bertapa
ia, yang kukira bertapa
berayun cangkul dari tangannya
sekuakan bagi benih yang terpilih
dari doa malam ibu
yang ditanam ayah
di tanah kelahiran
maka ia pun jadi bernama:
usia sepokok kayu
yang pernah tunas
ia, yang kukira bertapa
terbujuk mengelupasi kulitnya
membuka kedok sekomplotan rayap
yang menggerogoti
usia pohon besaran liar
dalam tubuhnya
Mataram, 10 November 2009
Cukup
kau cukup mencintaiku jika punya waktu:
cukup ada dan memberiku waktu
cukup disitu sebelum waktu membiarkanku
cukup kubiarkan waktumu membiarkanku
setelah itu:
senja cukup gerimis, kecil-kecil saja
cukup di senja-senja kita
cukup semusim saja
Mataram, 7 Januari 2006
Selaput Malammu
Selaput malammu pecah
Aku mendengar rintihnya dari sini
Rindu yang terbuat dari hujan dan angin yang mendesis
Bertabrakan dalam lembab selimutmu
Darahnya ngalir
Membelah sungai baru dalam kamarku
Mataram, Agustus 2009
Bilang Saja Aku Temanmu
Bilang saja aku temanmu
Pada tali yang mencekik leherku
untuk mendapati jam minum kopiku
Tik tak di pagi hari, tik tak
hingga soreku
Aih,
sungguh bebas sunyi yang satu ini
jadi bilang saja aku temanmu
pada tali yang mengikatmu
untuk mendengar bunyi ini: tik tak
selaju jantungmu sewaktu sunyi mulai
tik tak
8-28 Oktober 2008
Phoenix di Kepalamu
Ada burung phoenix di kepalamu
Terbang rendah
Membakar sayapnya di kepalaku
Pebruari 2008
Jalan Kamar, 2
Aku sediam kepompong menunggu sayap
Memilih saat yang tepat untuk terbang
Merendah, menyukai tempat hinggap
Pebruari 2008
1 komentar:
aku suka burung phonik.impresi yang sama dengan misima.
Posting Komentar